(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ternyata
Otak Pembunuh Mirna Bukan Jessica Tetapi Suaminya, Arief Sumarko Kuasa
Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan tiba-tiba melempar bola panas
dalam persidangan pembunuhan Wayan Mirna Salihin.
Itulah
informasi yang dapat kami sampaikan semoga kasus Jessica cepat
terselesaikan dan pembunuh sebenarnya cepat tertanggap.Kuasa Hukum
Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan tiba-tiba melempar bola panas dalam
persidangan pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Dia menyatakan Barista
Cafe, Rangga, pernah menerima uang Rp 140 juta untuk membunuh
Mirna.“Dalam BAP bahwa Anda pernah didatangi seseorang bahwa menerima
uang Rp 140 juta dari Arief (suami Mirna) untuk membunuh Mirna,” kata
Otto dalam sidang di Pengadilan NegeriJakarta Pusat, Rabu (27/7).
Rangga
mengaku ada seseorang dengan pakaian loreng-loreng, namun dirinya tak
mau menyimpulkan kalau itu dari aparat kepolisian. Menurutnya, semua
kejadian itu sudah dilaporkannya ke Polda Metro Jaya.Jaksa Penuntut Umum
(JPU) Ardhito, menegaskan, Rangga tak pernah menerima imbalan dalam
bentuk apapun termasuk uang.
“Di mana saat membuat BAP, psikolog itu ada kesimpulannya bahwa Rangga salah satunya tidak memiliki potensi melakukan tindak kekerasan. Katanya dapat uang tapi setelah dicek tidak ada,” kata Ardhito
Dia menyatakan Barista Cafe, Rangga, pernah menerima uang Rp 140 juta untuk membunuh Mirna
Mirna.Bukan Jessica, Motifnya Arief Sumarko Ingin Menikahi Kembaran Mirna, Cinta. 140 Juta uang Darinya Untuk Memuluskan Rencanya.
Tetapi hingga berita ini di turunkan belum ada kejelasan bukti kuat bahwa otak pembunuhnya adalah suaminya sendiri. (sba*)
Mirna.Bukan Jessica, Motifnya Arief Sumarko Ingin Menikahi Kembaran Mirna, Cinta. 140 Juta uang Darinya Untuk Memuluskan Rencanya.
Tetapi hingga berita ini di turunkan belum ada kejelasan bukti kuat bahwa otak pembunuhnya adalah suaminya sendiri. (sba*)
Mendengar itu, Rangga mengaku memang sempat didatangi seseorang ke kafe lalu menuduhnya menerima uang Rp 140 juta dari Arief. Saat itu belum jam operasional, pria yang tak dikenali identitasnya bicara dengan nada tinggi.
“Di mana saat membuat BAP, psikolog itu ada kesimpulannya bahwa Rangga salah satunya tidak memiliki potensi melakukan tindak kekerasan. Katanya dapat uang tapi setelah dicek tidak ada,” kata Ardhito
