(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
ahabat, berapa banyak
kah tugas seorang istri? Mungkin kalau dijawab, 24 jam rasanya tidak
habis-habis, full dengan pekerjaan rumah tangga yang tak pernah
berhenti.
penting untuk mengkomunikasikan
keinginan kedua belah pihak suami-istri, dan mengambil jalan tengah.
Misalnya istri ingin menempuh S2, sedangkan suami tidak mengizinkan
karena ingin istri selalu ada di rumah.
Akan tetapi,
sesungguhnya dalam Islam, tugas istri hanya 2 hal saja, sehingga penting
bagi kita untuk melakukan 2 tugas ini dengan sebaik-baiknya. Apakah
tugas istri yang dimaksud?
1.Mematuhi suami
Yap, tugas istri
sebenarnya tidak ribet, hanya mematuhi suami. Akan menjadi ribet jika
sebelum menikah salah memilih kriteria suami yang tidak cocok dengan
kepribadian kita.
Mendapatkan suami yang
hanya bisa makan masakan yang baru matang, sehingga istri harus selalu
memasak di saat suami lapar, bagi beberapa wanita tentu ini menyulitkan,
tapi bagi wanita lainnya ini menyenangkan.
Atau suami yang
menginginkan istri bekerja di rumah saja mengurus semua keperluan rumah
tangga dari A sampai Z, padahal ternyata istri tidak becus masak atau
berbenah rumah, tentunya hal tidak sinkron seperti inilah yang akhirnya
membuat istri mendapat cap tidak patuh pada suami.
Oleh sebab itu, sangat
penting dalam proses taaruf sebelum menikah benar-benar mengenali
kepribadian, kebiasaan, serta visi misi calon pasangan hidup. Tentu saja
terlebih dulu kita harus sangat mengenali karakter diri sendiri.
Jangan sampai tugas
mudah seorang istri untuk mematuhi suami menjadi sulit, berbenturan,
karena ternyata hal-hal yang diinginkan suami bertolak belakang dengan
hal-hal yang diinginkan istri.
Namun jika hal ini sudah terlanjur terjadi,
Cobalah cari jalan
tengah, misalnya istri mengambil S2 di universitas terdekat dari rumah.
Atau pikirkan kompensasi apa yang harus diberikan istri jika suami
mengizinkan keinginan istri menempuh S2.
Bagaimana pun, suami dan
istri perlu saling menghormati keinginan dan perbedaan cara pandang
masing-masing agar bisa menjadikan rumah tangga samara dan penuh dengan
cinta.
2.Membahagiakan suami
Memasak, beberes rumah,
mencuci, menyetrika, semuanya bukanlah kewajiban istri. Dalam Islam,
tugas suami lah yang harus memenuhi semua kebutuhan fisik istri. Cukup
membayar asisten rumah tangga sekitar 1 juta rupiah saja tiap bulan,
semua pekerjaan tersebut bisa teratasi.
Akan tetapi, jika istri
masak sendiri, beberes rumah sendiri, mencuci dan menyetrika tanpa
bantuan khadimat adalah lebih meringankan beban suami dan bisa
membahagiakan suami, maka mengapa istri enggan melakukannya?
Lakukanlah pekerjaan
rumah tangga dengan niat untuk membahagiakan suami tercinta, bukan
karena itu adalah tugas-tugas istri, karena segala amalan bergantung
niat.
Jangan sampai pekerjaan
menumpuk di rumah yang kita lakukan, hanya bernilai satu juta rupiah
sebulan sebagaimana nilai seorang khadimat. Akan tetapi jadikanlah
pekerjaan mulia tersebut bernilai surga karena kita mengharapkan
keridhoan suami.
Sahabat, hanya 2 tugas
inilah sebenarnya yang menjadi kewajiban istri. Tentu saja berbeda lagi
dengan tugas wanita sebagai seorang ibu, seorang hamba Allah, dan
lainnya. Semoga kita mampu melaksanakan berbagai tugas tersebut dengan
bahagia. (majalah-ummi)
Sumber : 7trending.top
