(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Doa ini yaitu diantara doa yang dapat diamalkan untuk melunasi utang serta di baca sebelum tidur.
Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa
wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti
wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta
aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un
wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa
fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi
‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Telah dikisahkan dari Zuhair bin Harb, telah dikisahkan dari Jarir, dari
Suhail, ia berkata, “Abu Shalih sudah memerintahkan pada kami apabila
salah seorang diantara kami akan tidur, sebaiknya berbaring di sisi
kanan lalu mengatakan,
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّب�'عِ وَرَبَّ ال�'عَر�'شِ
ال�'عَظِي�'مِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَي�'ءٍ، فَالِقَ ال�'حَبِّ
وَالنَّوَى، وَمُن�'زِلَ التَّو�'رَاةِ وَا�'لإِن�'جِي�'لِ
وَال�'فُر�'قَانِ، أَعُو�'ذُ بِكَ مِن�' شَرِّ كُلِّ شَي�'ءٍ أَن�'تَ آخِذٌ
بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَن�'تَ ا�'لأَوَّلُ فَلَي�'سَ قَب�'لَكَ
شَي�'ءٌ، وَأَن�'تَ ا�'لآخِرُ فَلَي�'سَ بَع�'دَكَ شَي�'ءٌ، وَأَن�'تَ
الظَّاهِرُ فَلَي�'سَ فَو�'قَكَ شَي�'ءٌ، وَأَن�'تَ ال�'بَاطِنُ فَلَي�'سَ
دُو�'نَكَ شَي�'ءٌ، اِق�'ضِ عَنَّا الدَّي�'نَ وَأَغ�'نِنَا مِنَ
ال�'فَق�'رِ
Artinya :
“Ya Allah, Rabb yang kuasai langit yang tujuh, Rabb yang kuasai ‘Arsy
yang agung, Rabb kami serta Rabb semua sesuatu. Rabb yang membelah butir
tumbuh-tumbuhan serta biji buah, Rabb yang turunkan kitab Taurat, Injil
serta Furqan (Al-Qur’an). Saya berlindung kepadaMu dari kejahatan semua
suatu hal yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semuanya makhluk atas
kuasa Allah).
Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tak ada suatu hal. Engkaulah
yang terakhir, setelahMu tak ada suatu hal. Engkau-lah yang lahir, tak
ada suatu hal di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tak ada suatu hal yang
luput dari-Mu. Lunasilah utang kami serta berilah kami kekayaan
(kecukupan) sampai lepas dari kefakiran. ” (HR. Muslim no. 2713)
Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan kalau maksud utang dalam hadits itu
yaitu keharusan pada Allah Ta’ala serta keharusan pada hamba semuanya,
intinya meliputi semua jenis keharusan. ” (Syarh Shahih Muslim, 17 :
33).
Juga dalam hadits diatas di ajarkan adab sebelum tidur yakni berbaring pada sisi kanan.
Mudah-mudahan dapat diamalkan serta Allah mempermudah semua masalah kita serta mengangkat kesusahan yang ada. Aamiin...