Pencerah Hati,Penyejuk Qalbu

Selasa, 07 Maret 2017

TOLONG SEBAARKAN ARTIKEL INI..!!! ASTAGHFIRULLAH ..!! ENTAH SALAH APA WANITA INI MENAMPAR BAYI BERULANG KALI SAMPAI BERDARAH..

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Video yang di unggah pada Selasa 15 November 2016 dengan durasi kurang 1 menit pada akun Fans Pages @tribunkotacom yang memperlihatkan kekerasan pada anak masihlah bayi. 
Tak tahu apa yang ada di pikiran wanita itu, ia demikian tega menampar bayi yang malang berulang 
ulang hingga berdarah. Hanya Orang G1la yang lakukan hal yg tidak wajar semacam ini. 
Dengan peristiwa ini memberi banyak daftar kekerasan pada anak pada terakhir. 
Dalam unggahan itu @tribunkotacom memberikan 
" Kelakuan pembantu yang satu ini sungguh keterlaluan, tega menganiaya anak majikan nya hingga demikian. " 
Ketahuilah, anakmu tidaklah tawanan perang, bukanlah seorang budak, bukanlah seorang tahanan yang jahat, bukanlah musuh yang lihai berbuat makar da bukanlah juga seorang penjahat yang seantiasa mencari peluang utuk membahayakanmu. Tetapi ia yaitu bagia dari badannmu yang keluar dari sulbimu, seorang anak kecil yang lemah dan akalnya belum sempurna, kekeliruanya bukanlah dengan kesengajaan. Ia memerlukan rasa santun, lembut, kasih sayang dan maaf darimu. 
Lihatlah diri anda. Anda yaitu orang dewasa yang berakal serta pemimpin yang diamanati Allah untuk memelihara seorang anak yg tidak mempunyai apa-apa. Bukankah anda merasa malu jika kerap memarahi da memukul anak anda padahal dirimu yang sempurna dan berakal prima masihlah kerap berbuat kesalahan, baik di hadapan orangtua, mertua atau guru??? ” demikianlah pembicaraan Ustadz Abdur Rohman al Buthoni dalam pembahasan mengenai : Bilakah anak harus dipukul?? 
Terkadang kita sebagai orangtua, dihadapkan pada keadaan di mana anak kita lakukan kenakalan yang bikin hati kita bebrapa sangat marah, kecewa dan kesal. Perasaan-perasaan itu lalu mendorong kita untuk melakukan pemukulan pada mereka, dari mulai pukulan yang ringan hingga pukulan yang keras. 
Dengan kejadian Ini jadi lebih berhati hati dalam mencari, memilih pembantu untuk sang buah hati. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+